Perbedaan Kawin Padi dan Kawin Manusia

3

pada suatu pelatihan pemuliaan benih padi, seorang guru petani yang sudah terlatih memberi pertanyaan kepada peserta pelatihan yang terdiri dari para petani yang ingin belajar cara menyilangkan/mengawinkan padi. Walaupun tiap hari para petani pergi ke sawah, tetapi istilah penyilangan padi merupakan suatu hal baru, mengingat selama ini petani biasanya membeli benih buatan pabrik atau mendapat subsidi benih dari pemerintah. ilmu penyilangan benih ini hanya diketahui oleh sebagian intelektual dikampus yang rata-rata bekerja pada perusahaan.

Tibalah saatnya sang guru tani bertanya pada peserta:

Guru Petani : apa hubungan padi dan manusia?

Petani  1  : kalo padi dimakan manusia, kalo manusia dimakan sesamanya…

Petani 2 : kalo manusia pergi kemana-kemana mencari beras agar bisa bertahan hidup, kalo padi tidak perlu pergi kemana-mana tapi bisa bertahan hidup

petani 3 : kalo padi umur pendek tapi bermanfaat, tapi kalau manusia banyak yang umurnya panjang tapi hidupnya sia-sia, jadi hubungan manusia dan padi itu hubungan yang aneh, manusia membutuhkan padi, tetapi cara memelihara padinya terkadang dengan cara memberi racun melalui pupuk kimia dan pestisida

Guru petani : wah, ternyata para peserta disini pintar-pintar berpendapat ya…? Ok, baiklah sekarang kita masuk pada pelajaran yang paling penting pada hari ini, yaitu bab perkawinan padi. ada yang tahu apa bedanya kawin padi dan kawin manusia..?

para petani terdiam sejenak, saling memandang antar peserta. karena tidak enak mendapat pertanyaan, maka salah satu peserta memberanikan diri untuk menjawab:

petani 1 : begini pak guru, kalo pengalaman saya. kawin manusia itu harus ke KUA dulu, kalo Padi, tidak perlu ke KUA.

Guru petani : bukan itu yang saya maksud. Baiklah kalo semua peserta tidak ada yang bisa menjawab saya akan buka satu saja perbedaan kawin padi dan kawin manusia. Dengar baik-baik ya? ini jawaban ilmiah lho. Kawin manusia itu, harus dimulai dengan birahi dulu baru bisa terjadi hubungan yang memuaskan. Kalo padi, karena jenis tanaman reproduksinya berumah tunggal (pejantan dan betinanya ada dalam satu bulir) maka agar terjadi kawin, harus dikebiri dulu, baru setelah itu bisa birahi, lalu terjadilah kawin.

ooooooo…..semua peserta pun tersenyum, tercengang, tetapi ada saja peserta yang masih belum paham hehe…apalagi pembaca tulisan ini

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply